Ketika kehidupan terasa tidak bermakna, ketika kehidupan jauh
dari rasa syukur, saat itulah kehancuran sedang menghampiri manusia. Hidup
terasa hampa ketika makhluk-NYA menjauh dari sang khalik. Kebimbangan yang
tidak berujung, pertanyaan yang tak kunjung terjawab, kehidupan yang terasa tidak
indah. Disaat itulah manusia dituntut untuk menggunakan hati dan akal yang
telah dianugerahkan-NYA.
Kembali mengingat-NYA atas segala nikmat yang telah diberikan, Kembali
menghadap-NYA sebagai manusia dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktu,
membaca pedoman(al-qur’an) yang telah disediakan untuk makhluk-NYA agar tidak
salah jalan,menemuinya di sepertiga malam untuk mencurahkan isi hati atas
segala kebimbangan, sejuta pertanyaan dan mengakui segala kelalaian.
Ketenangan yang sebenarnya adalah menjauhkan rasa sombong untuk
tidak menemui-NYA….
“Allah SWT”
#Marhaban Yaa Ramadhan