Selasa, 23 Juli 2013

AAaaaahhhh sudah lama ga nulis…




Ketika kehidupan terasa tidak bermakna, ketika kehidupan jauh dari rasa syukur, saat itulah kehancuran sedang menghampiri manusia. Hidup terasa hampa ketika makhluk-NYA menjauh dari sang khalik. Kebimbangan yang tidak berujung, pertanyaan yang tak kunjung terjawab, kehidupan yang terasa tidak indah. Disaat itulah manusia dituntut untuk menggunakan hati dan akal yang telah dianugerahkan-NYA.

Kembali mengingat-NYA atas segala nikmat yang telah diberikan, Kembali menghadap-NYA sebagai manusia dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktu, membaca pedoman(al-qur’an) yang telah disediakan untuk makhluk-NYA agar tidak salah jalan,menemuinya di sepertiga malam untuk mencurahkan isi hati atas segala kebimbangan, sejuta pertanyaan dan mengakui segala kelalaian.
Ketenangan yang sebenarnya adalah menjauhkan rasa sombong untuk tidak menemui-NYA….
“Allah SWT”
#Marhaban Yaa Ramadhan

Selasa, 26 Maret 2013

Ini ceritaku.. Apa ceritamu... (KKP at BRIS)


11 februari 2013 adalah hari pertama saya menjalani kuliah kerja praktek, yang bertempat di kantor BRI Syariah KCP Serang, jl. Jendral Ahmad yani, cipete serang. Tidak bisa dipungkiri, hari pertama saya disana merasakan dag-dig-dug-dueerr,,, #lloohh... kok tiba-tiba dikepala timbul beberapa pertanyaan untuk diri sendiri  “gw harus ngapain, gw harus bersikap seperti apa, apa orang-orangnya menyeramkan??? Apa mereka akan senang dengan kedatangan saya, ataukah mereka tidak mengharapkan kedatangan saya??”. Dan jawabannya “ saya tidak tau”, yang terpenting saya harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dikantor ini,hal  itulah yang ada dipikiran saya saat itu. Saya berusaha menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang biasa saya lakukan di kampus bersama teman-teman sebaya saya. 

 
Bagian mikro:sebelah kiri pak edi,pak roni,pak heri,pak bagus,pak rian,pak abidin. Sayangnya si kakek lagi cuti. ini dia orangnya .... keren kaann hehehehe

                                                                                            Pak haerudin
Pengalaman baru saya sudah di mulai, saya harus siap beradaptasi dengan orang-orang yang lebih dewasa dari saya, beradaptasi dengan kebiasaan yang tidak biasa saya lakukan, dan cara berkomunikasi yang tidak biasa saya gunakan sehari-hari. Disana saya lebih senang ketika saya mendapat kepercayaan untuk melakukan suatu pekerjaan, dibandingkan harus berdiam diri tidak melakukan apa-apa. Saya berusaha bertanya apakah ada sesuatu hal yang harus saya lakukan? Dan saya terus bertanya jika ada suatu pekerjaan yang harus saya lakukan, tetapi ada hal yang tidak dimengerti oleh saya. Dan hasil dari mengerjakan pekerjaan tersebut, saya mendapatkan ilmu baru. Ilmu yang tidak mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya alias gratis, kan lumayan hhehehe.


                            Marketing KPR : Mas Taufik

                    Marketing Dana talangan haji : mba syarah
Disela-sela waktu bekerja, mereka meluangkan waktu untuk memberikan ilmunya kepada mahasiswa yang KKP disana yang bertempat di ruang meeting. Kami pun senang mendapatkan ilmu gratis lagi hhheeee. Bukan hanya itu, kami dipercaya untuk memasarkan produk BRI Syariah dengan membuka open table disuatu acara, dan itupun pengalaman baru untuk kami. Keramahan orang-orang yang ada di BRIS membuat saya betah disana. Tidak cukup rasanya dalam waktu Satu bulan, tapi saya dan teman-teman harus mengakhiri KKP dikarenakan waktu yang kami dapatkan dari kampus hanya satu bulan, dan kami harus melalui proses selanjutnya setelah proses KKP. Begitu banyak cerita, pengalaman, saudara, teman. Bahkan setelah KKP pun kami terus berusaha untuk tidak memutus silaturahmi dengan BRIS. Saya merasa Allah memberikan kenikmatan yang tidak terkira terhadap saya. Lalu nikmat apalagi yang tidak patut saya syukuri.
#Thanx for BRIS
#Tulisan singkat ini untuk mengingatkan saya, dan bahan cerita ketika saya sudah punya anak cucu nanti hehheheee........
#Penulis dalam proses belajar. Maaf kalau kurang enak dibaca  :D 
                         Bagian Operasional : pak agung
 
                           Marketing SME : Pak oji
                                                                      Bagian Gadai : pak siswanto




 
                      Bagian Customer Service : Mba Ariesca













Sabtu, 02 Maret 2013

Rinduku Untuk Keluargaku


Rindu seorang anak kepada ibu, bapa, teteh, ade. Doa selalu tercurah untuk mereka walaupun secara langsung malu mengatakannya. Tapi ketahuilah ibu, bapa,teteh,ade doa selalu ada untukmu, aku ingin memberikan yang terbaik, mengangkat derajat keluarga, tidak ingin merepotkan kalian. Aku punya mimpi untuk membuat bangga sebagai seorang anak, seorang teteh, seorang ade. Ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga, bukan untuk menyusahkan. Doa, support dari kalian selalu aku tunggu. Ketika aku dikasih kesempatan untuk menjadi orang sukses untuk mengangkat derajat keluarga, selalu ingatkan aku supaya aku tidak sombong, tidak lupa dengan-NYA, tidak membangkang kalian. Izinkan aku untuk mendengarkan nasehat kalian ketika aku sedang lalai.

Aku bersyukur keluarga kita masih lengkap, Allah belum memisahkan kita. Inginku tidak membuang waktu untuk bisa membahagiakan kalian, membuat kalian bangga dengan sikap ku,prestasiku, keteladananku, kesuksesanku. Ketika rindu ini datang, ku hanya bisa diam dan tidak bisa membendung air mata. Dalam tangisku, kuingin kalian selalu sehat, konsisten di jalan-NYA, selalu mendoakan dan merindukanku. Sebentar lagi ibu & bapa akan punya cucu, aku & ade akan punya keponakan, semoga dilancarkan proses kelahirannya, diselamatkan kedua-duanya dan semoga akan menjadi anak yang soleh/solehah aamiin. Semoga keluarga kita selalu di jaga kekonsistenannya dalam menjalankan perintah-NYA & menjauhi larangan-NYA, semoga dijauhkan dari aib keluarga, semoga di jauhkan dari orang-orang yang mempunyai niat tidak baik terhadap keluarga kita, dan Semoga menjadi keluarga yang menginspirasi bagi keluarga yang lain. Amiin yaa robbal'alamiiin


#Tulisan ini, curahan rasa rinduku untuk keluargaku yang jauh disana 



Kamis, 31 Januari 2013

Best friend

Terimakasih ku untuk teman-teman ku, yang sudah mengikhlaskan dirinya menjadi teman,sahabat, bahkan keluarga untuk ku. Hidup jauh dari keluarga, membuatku merasa ada yang hilang. Tapi sesudah terbiasa dengan hal itu, akhirnya bisa beradaptasi juga. Menemukan orang-orang baru yang akhirnya menjadi teman, bahkan sehari-hari menghabiskan waktu bersama. Karena kami satu fakultas, satu jurusan, satu konsentrasi dan satu kelas pula. Itu yang membuat kami sulit untuk di pisahkan, walaupun kami sering beda pendapat, beda sifat, beda prinsip dll. Bahkan sering berantem, tapi akhirnya baikan juga  hhahaha. 

Itulah pertemanan yang belum tentu orang lain bisa merasakan, oleh karena itu saya wajib bersyukur. Karena Allah tidak membiarkan saya hidup sendiri, sepi, walaupun saya jauh dari keluarga. Allah mengirimkan mereka untuk saya. Sesedih-sedihnya saya, tapi kalo udah ngumpul, ketawa mah gak ketinggalan  hiiiii.


                             






Itulah foto kami terlengkap dan terjelek, tapi ini satu-satunya foto terlengkap yang saya punya. Kebetulan ada teman sekelas yang baik hati, yang berkenan memotret kami ber-10. Biasanya ga ada, makanya salah satu dari kami harus rela gantian jadi tukang foto hahhahaa.
Saya mempunyai harapan, bahwa suatu saat nanti kami sukses bersama-sama. Walaupun kami harus bekerja diperusahaan yang berbeda satu sama lain, atau bahkan mungkin ada yg jadi enterpreneur. Tetap menjalin silaturrahmi, reuni, ketika kami sudah menikah atau bahkan sudah punya anak cucu
#iihh pasti seru hhhiiii.

Temanku, pertengkaran yang sering terjadi diantara kita hanyalah sebuah bumbu yang harus tertuang didalamya, supaya menghasilkan persahabatan yang semakin erat. Tidak ada kebencian dihati, Cuma luapan emosi sesaat yang tidak kita sadari. Saling mengingatkan, mensupport, harus tetap kita lakukan. Tak terasa duduk dibangku kuliah Cuma sebentar lagi, dan kemungkinan kita menjadi tersebar entah kemana. Tetap komunikasi, tetap saling memberi support, tetap saling mendoakan.  “Don’t Forget me” itu yang ingin aku ucapkan. Harus selalu ingat, kita pernah seperti ini, ketawa bareng, berantem bareng, saling menghina bareng  #Lohh. Hhhiiiiii

Kenangan yang tidak bisa saya tulis satu persatu, karena saya yakin terlalu kepanjangan kalau saya tulis. Saking banyaknya hohohoohhho. Saya berharap, tulisan ini bisa menjadi pengingat (tau sendiri ada yang udah pikun  hhahahhaha). Saya mau urutkan nama-nama teman sekaligus sahabat,saudara juga. Dari umur yang tertua dulu (takut disebut ngelunjak) hhhahahha
Perkenalkan, kami the dhonkdout yang mempunyai personil 10 orang, Diantaranya :
1. Awal Husna           (wong tue, aki, aw aw)
2. Haeranita Effendi    (juminten, herong, suhe, angelina sondakh)
3. Ade Supriyatna       ( ndut, si neng)
4. Husliyah               (huz, lemet)
5. Endih suhendri        (ibenk, ka haji)
6. Maghfiroh             (***** sensor) eiittss inget, yg nulis kan gw hhahhaa
7. Imas muthiarah       (mpok, nizam)
8. Ayu pratiwi            (unyul, lemah)
9. Irna Ratna Juwita    (nini unting)
10. Ayu rahayu          (tumini, tum)
# yang didalam kurung itu panggilan kesayanagn/panggilan sehari-hari hahha
# Dont forget me my best friend & thank you very much..........

Sabtu, 26 Januari 2013

sebenernya gw itu.......


Mungkin kalau yang udah kenal gw , gw tuh cerewet, keras kepala, ngeyel  bla bla bla. Tapi taukah kalian kalau sebenernya gw tuh pernah jadi orang pendiem. Bisa dikatakan berasal dari orang pendiem. Tapi kenapa sekarang beda??????  Begini ceritanya…

Waktu gw SD, SMP, SMA (intinya waktu gw masih hidup bersama orang tua gw) gw orang yang ga banyak omong, kalau marah ma siapapun cukup dengan diam (tapi ngagarenek kana hate :D). Tapi kenapa sekarang gw lebih memilih jadi orang yang cerewet, serba ingin tau, kalau ada orang yang sembarangan ngomong atau nyinggung gw,gw langsung nyerocos kya petasan ????

Setelah gw hidup jauh dari orang tua gw, gw berpikir kalau bukan diri sendiri yang menolong harga diri gw, ketika gw difitnah, dihina-hina sama orang, lalu siapa yang akan memperjuangkan harga diri gw selain diri gw sendiri ??   Dari situ gw berpikir gimana caranya gw punya kepercayaan diri, bisa ngomong didepan orang banyak dll. Akhirnya gw mutusin untuk ikut pemilihan duta kampus walaupun Cuma masuk 20 besar tapi lumayan aja daripada manyun, ikut paduan suara,ikut organisasi eksternal/internal dikampus. Alhasil, Berbagai wawasan,pengalaman, teman, sahabat, gw dapet. Gw seperti menemukan diri gw sendiri (oh, ternyata inilah gw), gw bisa mengekspresikan apa yang ada dipikiran gw (hal positif tentunya).

Kalau inget jaman-jaman gw jadi orang pendiem, hal positifnya adalah gw hobi baca buku dari kelas 2 SD, gw masih inget waktu itu gw disuruh baca sama guru gw & gw baca dari daftar isi, saking hobinya hahhaha. Alhasil gw ditegur sama guru gw “langsung ajah ke bab 1, daftar isi ga usah dibaca” hahhahha. Alhamdulillah ranking selalu dapet 5 besar jaman2 SD, waktu SMP ranking 1 kelas 1 semester 1, ranking 3 kelas 1 semester 2. Yang bikin gw jengkel pas gw ranking 3 malah ada sertifikat berprestasi 3 besar, kenapa sertifikat itu ga ada pas gw ranking 1 ??? kan lumayan bwt pajangan & kenangan2 dikamar gw klo gw pernah dapet ranking satu hahahha. Tapi sekarang masih ada kok dipajang dikamar gw walaupun gw dapet ranking 3. 

Pas gw kelas 2 SMP semester 1, itulah yang paling apes & bikin gw nangis ditambah malu sama orang tua. Kok bisa begitu ??? yaahhh begitulah, “GW GA DAPET RANKING” itu yang bikin gw sakit ati beud. Udah mah pas pulang sekolah diceburin ke kali sama temen2 gw, datang ke rumah basah-basahan, pas ditanya sama orang tua malu beud, tapi kata emak & bapa gw “iya gapapa”. Tapi gw ngerasa ga enak tingkat dewa. Waktu kelas 3 dapet ranking 5 dua semester & lumayan wae ada kya beasiswa tapi ga tau juga, untuk yang masuk 5 besar biaya UN (ujian nasional) ga bayar alias gratis.

SMA kls 1 semester 1 dapet ranking 2, kelas 2 IPA 2 ga dapet ranking (kelas 2 itu bikin apes & bikin gw malu),kelas 3 IPA 3 semeter 1 ranking 2. Sewaktu gw hidup masih sama orang tua, gw mau ikut organisasi ajah gak boleh, alhasil gw Cuma direstuin buat ikut paskibra doank pas kelas 2 & 3 SMP. Pas SMA gw mau ngelanjutin ikut paskibra lagi, eehh emak gw ga boleh. Makanya gw kurang bergaul, kebanyakan dirumah baca buku, ngerjain pekerjaan rumah. Temen-temen gw yang mau ngajak gw maen ya harus kerumah dulu, biar orang tua gw tau gw diajak sama siapa & mau kemana maennya. 

Itulah orang tua yang gak mau anaknya kenapa-napa, tapi rada salah kaprah juga sih kalau menurut gw (apa faktor emak & bapak gw orang2 jaman dahulu kala? Hehehhehe #piss). Harusnya masa2 SD,SMP,SMA gw jangan dilarang-larang untuk bermain, karena itu masa2nya. Alhasil pas gw udah kuliah, gw kebanyakan maen & anti baca buku. Gw lebih hobi baca artikel hhaaaa. 

Gw mutusin untuk ga jadi orang pendiem tuh karena gw ngerasa kebanyakan sakit ati, karena serba diem tuh langsung masuknya ke hati  & punya rasa malu yang luar biasa untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kesimpulannya, gw lebih nyaman jadi diri gw yang sekarang, walaupun harus lebih mengontrol emosi, menjaga omongan biar ga terlalu ceplas-ceplos kya petasan, lebih rajin ibadahnya, menghidupkan kembali hobi membaca & menjadi enterpreneur yang menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang banyak itulah impian gw. Aamiin yaarobbal’alamiin. 

“Sesungguhnya engkau maha kaya ya Allah dan impian hamba adalah hal terkecil bagimu”.